Ada Apa Dengan Receh (1 dari 10 _per 1,5 jam)


Ada segelintir senyum yang merekah di pagi yang sudah tua
Aku menemukan sesosok di sudut paling tak terlihat
Aku sudah bisa makan telur hari ini
Seperempat untuk pagi, seperempat untuk siang, sisanya lagi untuk malam nanti
Ucapku terasa senang sekali
Warung Bu Putu terasa menyenangkan di lihat dari jauh
Tiga sahabat yang menemani genggaman tanganku terasa hangat begitu hangat
Satu seribuan duanya lagi limaratusan
Ah, senang sekali rasanya aku hari ini
Andai Bu Putu tak melempar ketiga sahabatku ke dalam laci meja dengan rengut di wajahnya yang manis.

Denpasar, 29 Agustus 2021 20:03

Melodi Perdebatan

Topik sedang ditentukan. Oleh si agung, yang lumayan punya pengaruh. Akar-akar mulut mulai merambat, melewati syaraf-syaraf otak. Merambah logika untuk berpikir. Pun tak ketinggalan si pemalu ikut menyahut. Audio mulai diputar. Volume kian memuncak. Topik semakin panas. Panas, dingin, kurus, kering, lemah gemulai, senyap. Si pemalu pulang dengan tangan kosong.

Denpasar, 8 Agustus 2021. Kamar kos no.3

Hanya Seorang Bulan Yang Murung

                 Gbr: Penyuka kopi yang tak minum kopi.

Seseorang melihatku dari sudut kos-kosan,             kusen pintu yang habis termakan rayap menyembunyikan diri bersamanya.
Daripada melihatku dengan tatapan iba,
Kita, hanya seorang bulan yang murung, diantara bulan lain di kota seribu pura ini.

Seseorang lainnya sedang mengintai,
Menitip pengelihatannya dari balik gorden usang yang sudah berbulan-bulan tak mengenal air.
Belek di matanya tampak mengisahkan kehidupan.
Lagi, kita hanyalah seorang bulan yang murung, diantara bintang kota denpasar.

Denpasar, 18 Juni 2021
Gang Melasti, sudut kos no. 3

Vaksinasi

#covid19vaksinasi

Hari ini saya divaksin. Sebelum disuntik, berbagai kesimpulan bergentayangan membuat saya takut dan juga bersyukur.

Takut, karena mungkin saya adalah calon. Bersyukur, karena mungkin saya terselamatkan.

Sebelum disuntik, tensi saya dicek. Ditanya apakah saya pernah kena covid, apakah ada penyakit bawaan, apakah dalam seminggu ini pernah demam, flu atau pilek. Apakah ada obat yang rutin dikonsumsi.

Vaksinasi ini tentunya akan mendapat sertifikat. Dan katanya, ini sangat berguna pada saat mudik dll.

Saya tidak tau pendapat teman-teman, tentang vaksinasi ini. Yang saya semogakan, tentunya saya tidak salah membuat kesimpulan.

Karena saya vaksinasinya di tempat rantau, tentunya sertifikat vaksinasi sangat saya butuhkan agar terbebas biaya jika nantinya akan pulang kampung.

Saya semogakan covid ini cepat berlalu.

Banjar Kesambi, 16 Mei 2021

Tidak ada yang meminta cacat.
Tak ada yang meminta gemuk.
Tak ada yang meminta miskin.
Tak ada yang meminta hitam.
Tak ada yang meminta keriting.
Tak ada yang meminta kurus.
Tak ada yang meminta bodoh.
Tak ada yang meminta culun.
Tak ada yang meminta gila.
Tak ada yang meminta penyakit.
Tak ada yang meminta untuk menjadi pencuri, pemulung, pengemis, maupun profesi yang tak diinginkan lainnya.

Kita hanya punya satu hati.
Hanya punya satu otak.
Kita hanya memerlukan dua kekuatan itu saja. Berubah semampunya, dan lupakan mulut mereka. Kunci kuping.
Karena kita adalah pemeran utama dalam hidup kita.

Denpasar, 11 Mei 2021

Semuanya Diselesaikan Dengan Kemarahan

Hati, barangkali ada yang bisa menyelamatkannya. Puncaknya sudah sangat lelah. Haruskah dengan kemarahan? Atau dengan mendiamkan? Atau dengan saling cuek?

Sebenarnya ada apa? Rasanya seperti mau meledak. Rasanya seperti tidak bisa bernafas. Rasanya seperti terlantarkan. Sepi? Aishhh,,, alih-alih berbaikan malah berbalik. Lebih baik tidur, daripada harus mengorbankan kuping.

Teruskan saja pergulatanmu. Aku sudah mengantuk. Lebih baik tidur, agar esok bangun dengan perasaan damai.

Denpasar, 06 Mei 2021

Mengenai Pagi

Kita, telah menyelesaikan malam yang tak mau disudahi. Kita, telah menyelesaikan mimpi yang belum usai. Kita, telah menyelesaikan hari kemarin yang membekas membawa kenang.

Kicau suara burung membuat kisruh. Kita. Telah sampai di pagi yang keberapa?

Raung. Decit. Derik. Suara dari tapak-tapak kaki mulai meninggalkan tempat persembunyian. Kehidupan dimulai lagi.

Embun menyapa, dan berakhir gugur ketika jemari antik berurat menyentuh. Sangat disayangkan. Begitulah embun menyelesaikan malamnya.

Kopi telah diseduh. Entah kopi kebrapa. Lagi, kehidupan dimulai.

Kemarin adalah sebuah cerita. Hari ini adalah hidup. Esok adalah harapan.

Denpasar, 28 April 2021

Tak Kupahami, Tak Kusudahi

Serangkai ” Percakapan Paling Panjang Prihal Pulang Pergi “. Menemani pagi yang usang. Sekumpulan kata begitu berarti. Mata dengkulku tak kunjung. Tak Kupahami. Tak kusudahi.

Seteguk teh disesap oleh bibir hitam berpucat. Mungkin dengan ini bisa membuka mata dan otak dengkulku. Seteguk lagi bisa! Mata telinga kelima indera. Tak kusudahi.

Alunan lagu untuk Tuhan begitu syahdu memikat. Seperti halnya berdoa. Kata paling baik adalah darinya.

Sudah sampai halaman lima puluh tiga. Inderaku bak diserang cobaan. Tak Kupahami. Tak kusudahi.

Denpasar, 21 Maret 2021