Rindu Rumah

Si bungsu sebentar lagi tamat. Barusan ia telpon, dan bilang kalo esok adalah ujian akhir semesternya. Ia minta diisiin pulsa untuk ujiannya itu. Tapi, karena sudah terlanjur malam, jadi pulsanya baru bisa diisi esok juga.

Percakapanpun berlanjut,

* Nana, mama sama papa dimana?

** Ini, mama sama papa mau pergi berdoa di rumahnya om Kanisius, buat pelepasan kaka frater yang datang praktek disini beberapa bulan yang lalu.

* Btw, nana bentar lagi ite sudah mau tamat ii. Ingat ee,, baik-baik sama mama, harus sering-sering bantu mama buat ambil kayu di kebun, jangan bikin mama marah, jangan sering ninggalin mama sendirian di rumah kalo malam. Pokoknya kamu jangan buat mama kesal. Biar nanti kamu gk menyesal jika sudah sampai disini (Bali).

** Iya ka, pasti nanti aku bakalan rindu banget sama mama, sama papa juga. Yah, walaupun sekarang aku sama papa sering bertengkar sih. Kemarin waktu aku praktek aja, rasanya pengen pulang cepat. Jadi, ingat mama terus. Apalagi kalau papa nelpon sama aku. Saat aku nanya mama dimana, jawabannya pasti “mamamu masih di kebun”. Uihhh, disitulah aku kadang-kadang pengen cepat-cepat pulang kak.

* Iya,,, makanya mulai sekarang ite harus bantu mama ee. Jangan buat mama sendirian di rumah. Mama tuh butuh ditemani tau. Cukup sudah pergi nongkrong sama teman-teman dulu.

** Iya kak.

Setelah percakapan tersebut selesai, langsung mikir, aduh sebentar lagi mama sama papa cuma berdua doang di rumah. Si bungsu beberapa bulan lagi mau ikut ke sini. Rencananya dia mau kuliah di sini kalo ada rejeki, tapi sambil kerja juga. Dan mudah-mudahan Tuhan Yesus selalu memberkati dan memberikan kemudahan untuk rencana tersebut. Karena kami ingin, setidaknya bisa mengubah kehidupan keluarga menjadi sedikit lebih baik lagi.

Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan untuk mama dan papa. Dan semoga kami semua cepat-cepat berkumpul kembali. 😭🤗

Kehidupan rantau emang seperti ini. Pengen pulang tapi kurang berdaya. Semuanya terjebak oleh waktu dan tentunya juga ruang dan uang. Jalan hidup emang tidak bisa dipilih. Semuanya sudah ditempatkan dengan baik. Cuma kitanya aja yang harus bisa mengaturnya agar dapat mengubahnya menjadi lebih baik lagi.

-Eufrasia Ayu Lestari-
* Nana (panggilan kesayangan untuk saudara laki-laki) ** Ite (artinya adalah kamu(sopan)).
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s