Hanya Seorang Bulan Yang Murung

                 Gbr: Penyuka kopi yang tak minum kopi.

Seseorang melihatku dari sudut kos-kosan,             kusen pintu yang habis termakan rayap menyembunyikan diri bersamanya.
Daripada melihatku dengan tatapan iba,
Kita, hanya seorang bulan yang murung, diantara bulan lain di kota seribu pura ini.

Seseorang lainnya sedang mengintai,
Menitip pengelihatannya dari balik gorden usang yang sudah berbulan-bulan tak mengenal air.
Belek di matanya tampak mengisahkan kehidupan.
Lagi, kita hanyalah seorang bulan yang murung, diantara bintang kota denpasar.

Denpasar, 18 Juni 2021
Gang Melasti, sudut kos no. 3

Satu tanggapan untuk “Hanya Seorang Bulan Yang Murung

  1. Bulan murung sebab dia memandang kawanan awan yang menutupinya.
    Jika rembulan menyadari segenap cahaya yang menyelimutinya.
    Tak peduli seberapa tebal awan yang dihadapannya.
    Rembulan tak akan pernah murung dengan kejadian yang melintas di hadapan pandangan matanya.
    he he he (mungkin macamtu)

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s