Mengenai Pagi

Kita, telah menyelesaikan malam yang tak mau disudahi. Kita, telah menyelesaikan mimpi yang belum usai. Kita, telah menyelesaikan hari kemarin yang membekas membawa kenang.

Kicau suara burung membuat kisruh. Kita. Telah sampai di pagi yang keberapa?

Raung. Decit. Derik. Suara dari tapak-tapak kaki mulai meninggalkan tempat persembunyian. Kehidupan dimulai lagi.

Embun menyapa, dan berakhir gugur ketika jemari antik berurat menyentuh. Sangat disayangkan. Begitulah embun menyelesaikan malamnya.

Kopi telah diseduh. Entah kopi kebrapa. Lagi, kehidupan dimulai.

Kemarin adalah sebuah cerita. Hari ini adalah hidup. Esok adalah harapan.

Denpasar, 28 April 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s