Kekasih Semu

Teruntuk  kekasih semu yang tak kunjung punya rasa.
Adakah namaku melintasi  wilayahmu?
Atau mungkin kamu telah kehilangan rasa.
Ah, aku terlalu percaya diri.
Mana mungkin kamu membiarkanku melewati wilayahmu.
Toh, sudah ada orang lain yang menggembok wilayahmu.

Teruntuk kekasih semu yang tak kunjung punya rasa.
Dari sekian dulu aku bahkan menoreh namamu.
Bukan sekali.
Atau dua kali.
Tetapi melebihi, dan setelahnya membentuk sebuah novel bertema ” Pengharapan Mutlak “.
Layaknya pengemis, dan bukan pemulung yang berusaha mengais.
Menyedihkan.

Teruntuk kekasih semu yang tak kunjung punya rasa.
Kutahu rasamu terlalu keras.
Hingga batu karang adalah simbolmu dan ombak adalah aku.
Begitu dahsyatnya rasa itu, namun bukan berarti apa-apa untuk menghadirkan rasamu.
Bagiku, cukup satu kali saja memiliki novel yang tak menghasilkan apa-apa.
Karena percuma.

Teruntuk kekasih semu dan pemiliknya.
Jujur, aku cemburu ketika melihat kalian bercinta.
Bercerita dan berceria.
Cemburu ketika tangannya menggenggam tanganmu.
Seolah tak mau jika suatu saat aku bisa saja akan datang merebut dan memotong genggaman itu menggunakan parang.
Mungkin itu bisa mengontrol dan mengobati luka hati.
Dan jika memang itu terjadi, itu sudah cukup untuk mencap diri sebagai orang gila.
Tapi mana mungkin?

Seperti janjiku.
Cukup satu kali saja memiliki novel yang tak menghasilkan apa-apa.
Dan sebaiknya, ini saat yang baik menghampiri bibir pantai.
Saling bertautan berebut jatah.

Layaknya hubungan antara jiwa penyair dan alam sekitarnya.
Dan puisi adalah hasilnya.
Sungguh hubungan yang indah.
Begitulah akhirnya aku berhenti.
Dan lebih memilih memanusiakan diri.
Daripada mempertahankan ego.

Sejauh itu aku sakit.
Dan sejauh ini aku pulih.

Gas_nya Habis Aku_nya Habis

Yah ilahhhh, gasnya habis lagi. Trus gue makannya nanti gimana?😟

Oke, gue akui kalau gue tuh nggak bisa pasang gas elpiji. Eh, bukan gak bisa yah tapi, belum bisa. Sebenarnya sih, gue takut mencoba makanya jadi panik sendiri. Nah, karena gasnya habis tadi malam, dan untungnya gue waktu itu udah selesai masak, jadi belum terjadi apa-apa yang mendebarkan.🙃

Tapi oh tapi, apa kabar pagi gue hari ini??☹

Karena sang kakak yang biasa memasang gas elpiji tadi udah berangkat kerja jam enaman, dan gue si  pemalas bangunnya kesiangan terus, maka jadilah gue seperti bayi yang merindukan ASI dari sang mama saat gue bangun.

Kupandangi gas elpiji
Kurasakan lemas teruji
Bak tugas yang menunggu disahuti
Oh, habislah aku karena rasa yang tak pernah bohong

Sungguh aku lapar sekali.
Tapi kutahan dan mengambil resiko.
Dan fiksnya gue ke warung sebelah membeli roti sebagai pengganti makan pagi dan siang. Dua bungkus roti dan satu bungkus energen cukuplah untuk hari ini.

Nah, tibalah saatnya masak untuk makan malam. Gak mungkin dong gue beli roti sama energen lagi. Emang gue tikus? Lambung gue butuh lebih dari sekedar roti kalii😁. Dan lagi kakak gue yang barusan capek dari tempat kerja, masa iya gue cuma kasih roti aja? Gak kan? Bisa-bisa gue ditendang keluar kos nanti😁. Abis dah gue😞

Wokeee..
Langsung aja cabut ke warung sebelah lagi. Kali ini bukan buat beli roti tapi, beli gas elpiji. Malam ini tekad gue udah bulat. Beli elpiji, sekaligus memasang elpiji.

Tarik nafassss….keluarrrr…

Set.
Set.
Set.
Pushhhhshh.

🙄


🧟‍♀️👹👺☠💀☻😈👽🧞‍♀️🔥🔥🔥🔥🔥
Pikiranku kacau semrawut semerewet atau apalah.

🙄
🙄
Kok gak meledak yah?

Yap, perlahan gue membuka kompor.
Nyala.
Untuk sejenak gue terdiam. Tak bergeming.

Yah ampunnn gue udah bisa pasang gas!!💃💃
Tanpa babibu, langsung aja ambil panci. Masak. Dan makan.
Beress.

Bali, 7 Juli 2020

Pengen Jadi Matahari

#Matahari #harapan #aspirasi


Ada kala ketika ego merindui aspirasi
Berambisi kuat untuk mendapatkan
Layaknya serumpun lumut merindui matahari
Walau ternyata habitatnya adalah kelembaban

Ialah ego terlalu diacungkan
Begitulah aspirasi itu perlahan menyusut
Perlukah menjadi anjing, menggonggong bila menginginkan
Walaupun terkadang hanya demi sebuah tulang

Ada juga kala ketika hasrat terlalu ditinggikan
Dan hasilnya adalah sukma dirugikan 
Begitulah ego menginginkan matahari
Lupa menengok kepada yang telah lewat
Walau sebenarnya hal kecil itu perlu

Pengen jadi matahari yang menguasai siang
Dan tak menginginkan kegelapan yang menguasai malam
Walau terkadang ego melupakan bahwa malam memiliki bulan ataupun bintang
Yang tak hadir di siang yang dijunjung

Yah, begitulah ego dijunjung
Pokoknya pengen jadi matahari!
Titik!!

Rupanya penjelasan tentang malam tak didengarkan dan tak diterima.
Maka mulailah!!


Bali, 5 Juli 2020

Jeritan Semu 16320

#puisi #harapan


Kembali ku berteriak sekenanya
Berharap ada yang mendengar atau sekedar
Pada harapan yang merajalela
Aku kembali terpekur

Kembali ku berteriak semaunya
Tak peduli asal dan warna rupaku
Kembali berkelana melewati sisi semu
Namun teriakanku hanya membuat jemu

Apa mungkin aku psikopat
Hingga teriakanku tak diobat
Ataukah ini konspirasi
Hingga dicap tak berbobot

Raungan tak lagi didengar
Disingkirkan karena tak masuk akal
Jeritan semu ini kandas dilalap si jago
Tak mau dan tak mengharapkan pengajaran

Mungkin karena aku bukan apa-apa


Bali, 3 Juni 2020

Ibu dan Rahasia Tuhan (4620)

Ketika akhirnya kepergian itu menyakitkan
Menghempas pertahanan jiwa maupun raga
Apalah aku selain mengikhlaskan
Jika sebenarnya Tuhanlah yang lebih mencintaimu

Hanya mampu berdoa dan pasrah
Semoga tenang mengahadap sang Khalik
Dengan membawa amal amanah
Sekiranya engkau tenang bersama para kudus surgawi

Ketika akhirnya kepergian itu menyakitkan
Menyelimuti dan menyergap keheningan yang mendalam
Namun apalah aku jangan sampai berlarut
Percaya bahwa semua hamba kesayangan Tuhan

Kembali berdoa dan menerima kenyataan
Hanya itulah yang pasti dan harus dilakukan
Semoga kita yang ditinggalkan diberi ketabahan
Yakin bahwa kepada Tuhan semuanya akan baik-baik saja

Kembali berdoa dan percaya
Bahwa inilah rahasia Tuhan
Bersama Tuhan semuanya akan baik-baik saja
Karena Tuhan lebih mengasihi kita dari apapun



Hari dimana seorang kakak Erna kehilangan sosok ibu. Dan aku kehilangan sebagai sosok tanta. Kiranya doa kami selalu menyertai almarhum supaya diterima dalam  kehidupan Surgawi. Amin.


Bali, 31 Juni 2020

Usang

Gambar: diambil di BaliRuning usang warat pe’ang tanaHitu de laseng wulang ca suaLelo ise ende ise emaLonto jojop one mbaruImi amas ise endeImi amas kole ise emaGereng usang toe tara lenaKudut gelang ngo duat koleUsang warat toe tara lenaIse ende cebo rojok loceIse ema cebo m’bous rongkoAi apa kali pande, cebo inung kopi paitGereng cuku gereng toe tara lenaLelo tana nendep tedengGereng usang toe tara lenaKudut gelang ngo duat kole#lirik#bahasa manggarai#usang#lirik iseng dari aku sendiri waktu masih kelas 2 SMK

AKROSTIK Cipratan Pekat

Coretan semakin ganas manakala terbiasa.
Intinya ide tak terbengkalai dan berlalu begitu saja.
Pekat tercecer dan berontak.
Remahanpun dibabat habis oleh karena kerakusan.
Aroma pekat merembes dan merambat titik mati.
Tekad menjulang menciptakan tekstur absurd.
Alasan tak dibutuhkan dan ditiadakan.
Narasi merajalela.

Pekat tercipta begitu keras, menohok ulu hati.
Era melejit dan persaingan semakin buas.
Kritikus semakin kritis.
Alfabet bersaing tak mau kalah.
Takdir mengahadapi resiko dan harus mencari solusi.

#puisi

TGB Squad

Hello word, now I want to introduce my friends, one by one. Cause, I can’t to forget them. Whenever or forever. (Lupain bahasa amburadul yg diatas gaes. Maklumlah anak amitir😁).

1. Gregorius Jelalu, nah dia ini adalah ketua kelas kami waktu kelas satu. Berhidung mancung and have sweet skin. Dan dia ini dulu suka sama Melan Sada. Cieee yang suka sama teman satu kelas….tapi Melannya gak mau. Anaknya baik. Bukan sama Melan doang, tapi juga sama kita sekelas😁. Malas datang sekolah dan juga nakal. Dan waktu kelas dua ia gugur dari Sekolah, lalu akhirnya pidah ke STM.

2. Melania Sarina Sada, kalo yang ini sama kayak gue. Maksudnya bertubuh pendek hehe. Dia memiliki rambut panjang. Dan memiliki suara ketawa yang paling buas. Dia adalah sang juara dari kelas kami. Pintar matematika. Sering ikut competition. Dari kelas satu sampai tamat, selalu pegang juara satu. Gue pernah pengen nikung dia, tapi itu cuma ilusi gue hihi. Sama kayak penggemarnya si Gery. She have sweet skin and pointed nouse. Bahkan gue pernah bilang, kalo mereka tuh cocok. Tapi, yahsudahlah. Pas kelas tiga, kami gabung sama kelas Teknik Gambar 2. Nah, disinilah si Melan bertemu dengan Kevin, yang akhirnya berpacaran. Gue, akui kalo mereka cocok. Sama-sama pintar. Memet dan Keket adalah panggilan kesayangan dari kami untuk mereka.

3. Yulius Kevintri Gemuru, dia juga anak yang sering juara dari kelas Teknik Gambar 2. Tinggi badan sebelas duabelas dengan pacarnya si Memet. Dan juga Sama-sama punya gingsul. Pokoknya, mereka tuh kayak anak kembar gitu.😁

4. Gabriela Palma, nah kalo yang ini asetnya kelas kami. Dia cantik. Berkulit putih, dengan hidung mancung dan juga memiliki rambut lurus sebahu. Karena itu iapun dinobatkan sebagai mayoret. Dulu ia  pernah ditembak sama kakak kelas, namanya ka Risan(anak teknik gambar) yang sedikit nakal tapi ganteng juga. Tapi, ditolak. Dan, Bellapun akhirnya berpacaran sama ka Maikel(anak pertanian, juga pemain tam-tam), yang pintar dan juga guanteng. Kami sering mIreneemanggilnya dengan sebutan anak kecil. Soalnya, umurnya emang masih kecil.

5. Helmut Efendi Geong, panggilannya Fendi. Ia pernah menyukai Bella. Bertubuh tinggi, dan juga imut kalau lagi senyum. Biasanya kami kesal sama dia kalau lagi senyum, karena ia pasti sengaja tuh, supaya lesung pipinya keliatan. Jadi, ceritanya dia pamer-pamer lesung gitu. Dan diantara kami, dia yang paling jago AutoCad.

6. Edelbertus Jimi Prassetyo, ini si ongen. Teman yang paling baik kalo diajak ngobrol. Biasanya kalo ngomong dengan kami tuh nyambung. Misalnya, kalo ngobrol tentang politik, atau sekedar gosip😁. Gue masih ingat, suatu kali ketika pak Andi masuk kelas gantiin pak Frans untuk mengajar Bahasa Inggris. Sapaan pertama saat masuk kelas, “hello timi piless, hai genok kumis tipis”. Hahahhahahahaha ruangan yang tadinya hening, diramaikan oleh tawa kami ber-4. Gue, Eva, Melan sama Jimi sendiri. Sementara, teman yang lain diam, mungkin bingung kenapa kami tertawa. “Heiii kalian kenapa terawa timi april dan genok desember?” Tanyanya. Hua…hua…huaaahahaha…tawa kami semakin meledak sampai mengeluarkan air mata. “Gak apa-apa  timi tembem” celetuk gue yang disambut tawa oleh mereka ber-3 ditambah Pak Andi. Emang dasar pak Andi yah😂.
(Timi piles= perempuan berlesung pipi, Genok kumis tipis= laki-laki berkumis tipis, Timi April= perempuan april, Timi tembem= cewe tembem, note: panggilan biasanya muncul di akun facebook😁).

7. Julianita Rista Sailina Syukur, panggilannya Rista. Tapi, alitnya Itak. Rista memiliki mata yang indah, hidung mancung, berkulit putih, tinggi dan juga smart sama seperti kedua sahabatnya, Bella dan Sari. Rista juga pandai bergaul dengan siapapun. Biasanya, ia yang selalu datang terlambat kalau ke sekolah. Hari seninpun, ia masih terlambat. Padahal peraturan di sekolah kami tuh lumayan. Kalo terlambat, denda sapu, gayung ataupun ember. Nah, Rista kalo hari senin sering ketinggalan bemo. Kami sangat tau, jika ia ketinggalan bemo, pasti nanti bareng sama balak atau ibu guru. Biasanya dengan mobilnya pak Maksi atau gak dengan Ibu Kepala Sekolah, Ibu Yustin. Rambut gak diperhatiin, begitupula dengan roknya. Kadang garis samping roknya, pindah ke depan. Ada-ada saja emang si Itak ini😁. Kami juga sering mengoloknya dengan Charles anak dari Ende. So, them…

8. Charles De Fouscald Sela, so, akhirnya kami mendengar kabar baik. Kalo Charles pacaran sama Rista. Ehemmm diem…diem…eee. kok, kita gak dikasih tau😁. Gillla. Lama amat sih. Kita udah nunggu berita ini sudah dari kelas satu loh, dan di kelas tiga baru kejadian. Tapi, kalian cocok deh. Lalek dan Itak.

9. Eva Ayu Lestari, nah kalo ini kembaran gue. Tinggi, berkulit hitam manis and she has flat nouse, sama kaya gue😁. Dia juga pintar, sering juara dua. Anaknya pa Frans Jehoda. Karena, pintar BahasaInggris. Sering ikut english competition juga. Kalo kalian mau tanya tentang kata-kata Ir. Soekarno, jawabannya tinggal tanya ke Eva dan Melan. Su pasti kacang lupa kulit.
Miss Komang adalah panggilan lain untuknya.

10. Benedikta Biu, gue biasa memanggilnya Ninit. Bertubuh gemuk, berkulit putih dan berrambut lurus sebahu. Sering bertengar dengan Ardi. Dulu, gue sering meminjam hpnya kalo mau main facebook. Ninit anaknya baik, ramah dan juga baik. Kehidupan keluarganya dengan gue beda tipis. Rempong juga orangnya hehe.

11. Ardianus Kantas, berita yang sangat mengejutkan datang dari mereka beberapa bulan yang lalu. Soalnya, Ardi akhirnya jadian sama Ninit. Ardi…Ardi…dulu aja kaya tom and jerry. Lah, sekarang udah pada baikan. Perkembangan yang sangat bagus👍. Yah udah deh, gue gak usah ngebahas soal tinggi disini. Next..

12. Sarina Rijung, panggilannya Sari. Berrambut panjang lurus, berkulit putih, hidung mancung dan sudah pasti cantik membahana. Sari kalo ke sekolah rapi banget. Mulai dari muka sampe pakaian. Gak seperti gue, kucel kayak gak pernah ketemu air. Rambut disanggul terus. Sari adalah pemilik pipi tembem. Dia juga aktif di drum band.

13. Irene Ibut, panggilannya Ayu. Jangan tanya ke gue kenapa panggilan jauh sama nama panjangnya. Ok, kalopun kalian mau tau, tanya aja langsung sama orangnya. Ayu ini tinggi, berkulit hitam manis, hidung mancung dan satu-satunya cewek yang bisa bawa motor dari kami ber-11. Sedikit cerewet😁. Tapi, baik dan juga cantik.

14. Maria Tanti Egriska, berbie dari kelas kami. Cantik. Berkulit putih. Gak mancung. Rambut ikal dan lembut. Paling jago kalo baca english poem. Pinter. Sering juara dan sering ikut lomba. Teman praktek gue yang paling baik. Gue kalo dengar dia nyanyi, pasti senang banget. Pokoknya, you’re my baby cute.😁

15. Novia Margareth Setia, panggilannya Novi. Kami biasa menambahkan sebutan kakak didepan namanya dia kalo kami memanggilnya. So, kami memanggilnya kaka Novi.Dia Tinggi. Cantik. Berkulit hitam manis. Pendiam. Dan baik.

16. Maria Oktaviani, panggilannya Avi. Cantik. Baik. Pintar.  Berambut hitam panjang. Dan dia juga pacaran sama adik kelas😁🙏. Dia sama aku sekarang sama-sama di Bali. Kerja. Mengadu nasib. And bla..bla…😎

17. Maria Diana Suwul, Diana. Bertubuh pendek. Tapi, gemuk. Cantik. Pemilik jagung goreng.🤤

18. Paskalis Ramang Rangkulino, ini si bule. Tubuhnya tinggi dengan rambut plontosnya, dan dicukur macam Cr. Ronaldo. Dan kayaknya ia pengaggum Brian Adams deh, soalnya kalo di kelas tuh, gue selalu denger dia nyanyi lagunya Brian. Tapi, itu menurut gue yah. Keren.

19. Oktavianus Aldo Suriawan, ini dia si doraemon😁.  Satu-satunya cowok dikelas kami yang silikon hpnya pake doraemon. Dia ini sering merayu gue buat berantem sama Eva. Dan bilang, kalo yang jadi wasitnya adalah Melan. Gue sih setuju-setuju aja kalo diajak. Walaupun nanti gue yang bakalan kalah. ASALKAN Aldo sendiri yang jadi pembawa rondenya. Pasti bakalan seru tuh😁. Maap yah Aldo🙏😁.

20. Marianus Ovan Hatur, Ovan si Model. Liat aja postingannya. Keren-keren. Jam tangan sama gelang yang selalu melekat ditangannya menjadi ciri khasnya.  The powerfull style kalo kata gue.😁

22. Hilarius Sinong,
23. Solianus Jali,
24. Marianus Agung,
25. Patrisius Nanjel,
26. Vikianus Manjan,
27. Risaldi Tulung,
28. Deni
29. Marianus Dian
30. Carolus Enggot
31. Antonius Solider

Sweet Twenty

365 hari, 4.380 jam, 262.800 menit, 15.768.000 detik.

And Today, is my sweet twenty.
Still the same.
Not cake.
Not candle.
More over, prize.
But, am happy and so, am praying God Bless me. Today, or the next day.

To my parents, thanks. For you’r atenttion, for you’r love, and for everything.

Happy birthday to the girl’s twin

Eufrasia Ayu Lestari and Eva Ayu Lestari